Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Berdirinya Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan Melayu kuno yang berada di pulau Sumatra yang berpengaruh di kepulauan Nusantara. Dalam bahasa Sangsekerta, nama dari Kerajaan Sriwijaya berasal dari kata “sri” yang artinya bercahaya, dan “wijaya” yang berarti kemenangan.Dan di lain sisi sejarah Kerajaan Sriwijaya sendiri tidak banyak yang menerangkan kapan sebenarnya kerajaan ini berdiri.Karena ada bukti tertua justru berasal dari Cina.

Dan pada tahun 682 M, ada seorang pendeta yang datang ke sriwijaya yangberasal Tiongkok bernama I-Tsingingin yang mendalami agama Budha di wilayah India, lalu beliau singgah untuk mempelajari bahasa Sansekerta di Sriwijaya. Pada masa itu, tercatat pula bahwa kerajaan Sriwijaya sudah dikuasai oleh Dapunta Hyang. Selain dari berita dari Cina, ada juga bukti keberadaan Sriwijaya juga tertulis dalam beberapa prasasti. Salah satunya yaitu Peninggalan Prasasti di Palembang yakni prasasti Kedukan Bukit (605S/683M).

Dalam prasasti itu diketahui bahwa Dapunta Hyang telah melakukan ekspansi selama 8 hari dengan mengikutsertakan 20.000 tentara dan mereka berhasil menguasai dan menaklukan beberapa daerah itu.Mulai dari situ kemenangan tersebut, kerajaan Sriwijaya semakin mengalami kemakmur dan sejahtera. Jika melihat bukti dari Cina dan prasasti di Palembang tersebut, para ahli menyimpulkan bahwa raja pertama Kerajaan Sriwijaya adalah Dapunta Hyang, dan kerajaan ini mulai berdiri sekitar abad ke-7.

Masa Kejayaan Kerajaan Sriwijaya

Pada masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya sangat menjadi pengendali rute perdagangan lokal yang dimana waktu itu seluruh kapal yang melewati akan dikenakan bea cukai oleh kerajaan sriwijaya. Danmereka juga berhasil mengumpulkan kekayaan mereka dari gudang perdagangan serta melalui jasa pelabuhan yang ada di sriwijaya.tapi sayangnya, pada masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya harus berakhir sekitar tahun 1007 dan 1023 Masehi.

Yaitu bermula ketika Raja Rajendra Chola, seorang penguasa Kerajaan Cholamandala berhasil menyerang Sriwijaya dan berhasil merebut bandar-bandar kota Sriwijaya. Pada waktu Terjadinya penyerangan itu karena kedua kerajaan ini saling bersaing pada bidang pelayaran serta perdagangan. Kerajaan Cholamandala bukan berniat untuk menjajah, tetapi ingin meruntuhkan armada kerajaan itu. akibatnya membuat kondisi ekonomi pada saat itu melemah serta berkurangnya pedagang.

Letak Geografis Kerajaan Sriwijaya

Mengapa Kerajaan Sriwijaya bisa dikatakan cepat berkembang menjadi kerajaan yang kuat dan besar terutama dalam bidang maritim? Karena secara geografis, Pelembang merupakan daerah yang sangat strategis, terutama keberadaan sungai Musi yang menghubungkan antara daerah pedalaman Pulau Sumatra. Dari pulau-pulau yang terletak di depan muara sungai Musi sangat berguna sebagai pelindung pelabuhan sehingga dari keadaan ini sangat tepat untuk kegiatan pemerintahan dan pertahanan Kerajaan Sriwijaya.

Di bagian pantai timur Sumatra merupakan daerah yang menjadi persimpangan lalu lintas pelayaran internasional hingga sekarang. Akibat runtuhnya kerajaan Funan di Vietnam karena serangan Kamboja. Dari sisi lain Sriwijaya berkembang cepat sebagai negara Maritim. Sriwijaya memiliki berbagai kemampuan, terutama untuk kegiatan pelayaran dan perdagangan. Misalnya beberapa sungai yang besar, perairan laut yang cukup tenang, dan penduduk yang berbakat seperti pelaut ulung.

Sumber: https://pelajaranips.co.id/