Rakor Kebudayaan Libatkan Birokrat dan Komunitas Kebudayaan

Rakor Kebudayaan Libatkan Birokrat dan Komunitas Kebudayaan

Rakor Kebudayaan Libatkan Birokrat dan Komunitas Kebudayaan

Rakor Kebudayaan Libatkan Birokrat dan Komunitas Kebudayaan

Konsep pelibatan publik kembali menjadi tema dalam implementasi program-program

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Kali ini rapat koordinasi (rakor) kebudayaan mengusung tema “Meningkatkan Pelibatan Publik dalam Membangun Ekosistem Kebudayaan di Pusat dan Daerah”. Rakor pusat dan daerah di bidang kebudayaan ini tidak hanya mengundang para pejabat atau birokrat di instansi kebudayaan terkait tetapi juga mengundang unsur masyarakat, yaitu komunitas-komunitas kebudayaan.

Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid membuka Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah

Bidang Kebudayaan 2016 di Surakarta, pada Selasa malam, (22/3/2016). Hilmar mengatakan, setidaknya ada tiga hal yang harus ditingkatkan dalam pembangunan mutu kebudayaan.

“Ada hal-hal yang harus ditingkatkan dalam pembangunan mutu kebudayaan, yaitu menyebarluaskan apa yang kita kerjakan kepada publik, mengembangkan platform digital kebudayaan, serta melaksanakan arah dan tujuan program pelestarian budaya yang tercantum dalam RPJMN 2015 – 2019, Renstra Kemdikbud 2015 – 2019, Program Prioritas Presiden, dan Nawacita Presiden,” ujar Hilmar saat pembukaan rakor, (22/3/2016).

Ia berharap rakor bisa menjadi sarana koordinasi yang konkret antara pusat dan daerah dengan konsolidasi

pikiran serta mengembangkan inovasi bidang kebudayaan. Diharapkan, keputusan yang dihasilkan dalam rakor ini dilihat sebagai sesuatu yang penting, bersifat mengikat, dan terukur. “Kita ingin mengembalikan lagi kebudayaan. Oleh karena itu mari kita manfaatkan momen rakor ini dengan sebaik-baiknya untuk menegaskan komitmen untuk merumuskan program yang terbaik agar tujuan mulia kerja pemerintah bisa tercapai,” katanya.

Rakor Kebudayaan berlangsung selama tiga hari, yaitu 22 s.d 4 Maret 2016 di Surakarta. Saat acara pembukaan rakor berlangsung, suasana kebudayaan tampak sangat kental. Para peserta rakor yang berasal dari berbagai daerah itu mengenakan pakaian adat dari daerahnya masing-masing. Selain itu tidak ketinggalan pula pementasan kesenian Indonesia berupa Tari Merak yang dipersembahkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta

 

Sumber :

https://www.dosenmatematika.co.id/