RENCANA INSENTIF KERJA

RENCANA INSENTIF KERJA

RENCANA INSENTIF KERJA

RENCANA INSENTIF KERJA

Tujuan Rencana Upah Insentif

Ada dua rencana pokok mengenai pembayaran upah, yaitu (a.) pembayaran berdasarkan jam kerja, dan (b.) pembayaran berdasarkan jumlah pekerjaan yang diselesaikan. Yang lainnya adalah merupakan suatu kombinasi atau cabang dari kedua rencana ini. Meskipun ada banyak jenis rencana upah insentif telah diciptakan, tetapi semuanya mempunyai dua tujuan pokok sebagai berikut:

–           Untuk memperoleh hasil tenaga kerja yang sebaik – baiknya dari para pekerja dalam memperoleh produk yang lebih banyak dan dengan demikian melindungi pengusaha terhadap kenaikan biaya tenaga kerja per unit;dan

–          Untuk memberikan imbalan kepada pekerja untuk kenaikan produktivitas.

  1. Persyaratan Bagi Keberhasilan Upah Insentif
    1. Suatu system upah insentif harus didasarkan pada standar pelaksanaan studi waktu dan gerakan, evaluasi kerja dan penilaian manfaat;
    2. Rencana insentif harus dimengerti oleh semua pekerja sebelum dipergunakan;
    3. Semua tugas buruh langsung harus atas dasar insentif;
    4. Hanya produksi yang memenuhi standar atau kualitas yang harus diperhitungkan dalam menentukan bonus;
    5. Sekali standar telah ditetapkan, standar tersebut tidak boleh diubah kecuali jika metode telah berubah;
    6. Program insentif perlu diadmisistrasikan secara jujur dan bijaksana;
    7. Sangatlah perlu agar para tenaga tidak langsung ikut serta dalam rencana insentif;
    8. Suatu imbalan yang tinggi harus dibayar untuk prestasi kerja diatas standar;dan
    9. Harus dipergunakan insentif per individu kapan saja mungkin.

Sumber : https://merkbagus.id/